Kamis, 28 Juni 2012

Bersyukur Menjadi Insan Pembelajar

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan, kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa…
Hallo Sobat sekalian, pasti sudah tidak asing lagi dengan lirik lagu tersebut kan? Yah, bener banged, “Jangan Menyerah” itu judulnya. Kadang jika kita cermati lagu memang membawa makna tersendiri. Kadang-kadang aku juga suka menganalisis lirik lagu, apa maksud tersembunyi yang ingin disampaikan dan kadang mencoba menerka mengapa bisa terlahir lirik yang seperti itu. Hehe…
“kurang kerjaan ya? Ngapain melakukan hal seperti itu, cukup nikmati sajalah lagu-lagu itu sebagai hiburan biar tidak stress”. Mungkin ada yang berpendapat demikian.
Hmm, bener juga, semula aku juga begitu. Tapi tak tahu mengapa ada masa dimana kita secara tiba-tiba mendapatkan sense ato kepekaan terhadap sesuatu. Yang dimaksud disini salah satunya adalah lirik lagu. Karena jika diulang-ulang dalam mendengarkan, siapapun bisa hafal dengan cepat loh. Termasuk orang yang buta huruf sekalipun. Tak bisa baca tak bisa nulis, tapi mereka mendengar maka mereka bisa hafal dan menyanyikannya. Ini pengalaman aku waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) dalam program PBA (Penuntasan Buta Aksara). Saat itu kami berjuang untuk mengajar bapak ibu yang sudah “sepuh” atau sudah tua, namun mereka masih punya semangat untuk belajar, subhanallah… meski sangat tidak mudah saat mengajar mereka. Seperti kata pepatah, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa, bagai mengukir di atas air. Lalu, bagaimana kisah selanjutnya?

Senin, 25 Juni 2012

Liburan, Bukan Sekedar Nyampah

Libur tlah tiba, libur tlah tiba,
Hore, hore, hatiku gembira… ^_^
Itu mah lagunya anak-anak. Lagu aku jaman masih anak-anak dulu, mungkin juga lagunya Sobat sekalian semasa masih unyu-unyu V^_~. Hmm, saat libur kayak gini enaknya ngapain yah? update blog dulu lah, biar silaturrahmi dengan pembaca setiaku tetap terjaga (baca pembaca setiaku ya diriku sendiri, hehe). Ya, itung-itung untuk menjaga atmosfir menulis, meski masih bersifat “dari aku oleh aku dan untuk aku sendiri”, keren kan jargonnya? Maklum, motivasi bagi penulis pemula sepertiku ini.
Menulis yang seperti ini adalah salah satu life style aku, biar kagak ada teman, biar sendiri, biar dikata suka bertapa, asal masih bisa menulis, aku bisa menciptakan duniaku sendiri, dunia dalam coretan. Tapi, tentunya coretan yang bukan sekedar “nyampah” di musim liburan loh! hehe… ^_^
By the way, anyway, bus way, Sobat sekalian yang lagi pada liburan sekarang ini beneran mau ikutan baca coretanku dalam episode “Liburan, bukan sekedar nyampah ini? Eits! tidak semudah itu...
Warning!
  1. Jangan dilanjutkan membaca jika Sobat tidak ingin menambah pengetahuan di musim liburan seperti sekarang.
  2. Harus dihabiskan saat membaca, atau dengan kata lain, harus dibaca sampai selesai. Karena jika tidak selesai membacanya, ilmu yang Sobat dapatkan dijamin kurang maksimal.  
  3. Ambil posisi duduk yang enak dan nyaman, lalu bersabar dan penuh semangat dalam membaca sampai selesai. Karena coretan ini agak panjang. ^_~
  4. Jika efek samping berlanjut, silakan bersyukur. Allah membantu membukakan pintu hati Sobat sekalian melalui coretanku ini. Namun, jika tidak ada efek samping berlanjut, mungkin aku yang ke-pede-an, ^_~ atau Allah yang belum membukakan pintu buat Sobat. Hiii... serem... Semoga tidak yah, hehe.. peace ^^
Gimana, sudah siapkah sekarang? Ok, pasang sabuk pengamannya, lalu tancap gasnya… Mari kita mulai perjalanan dalam episode "Liburan, bukan sekedar nyampah". Jangan lupa baca basmalah terlebih dahulu… :)

Minggu, 24 Juni 2012

Si Cantik Bernama Cangkir


Sepasang kakak beradik pergi berbelanja di sebuah toko untuk mencari hadiah buat teman mereka. Tak berapa lama kemudian, mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu", ujar si adik kepada kakaknya. "Engkau benar Adikku, inilah cangkir tercantik yang pernah kakak lihat", ujar si kakak.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba si cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.

Sabtu, 23 Juni 2012

Memelihara Akal dengan Ilmu


Sudah Butakah Mata Hati Kita?

Sudah di ubun-ubun, 
rasa mengusik jiwa, 
tak bisa ku pendam walau batinku menjerit…
Saat melihat fenomena yang kurang pas dengan hati nurani, rasanya bikin diri ini jadi 'galau' (upz, ikut2an pinjam istilah ini), habis lagi tren, Hehe.
Mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ya? Bahwa perilaku yang demikian itu tidak dibenarkan dalam agama. Pergaulan laki-laki perempuan sudah diatur dengan begitu sempurna dan indah. Mengapa tidak menerapkan aturan yang ada? 
"Ah, aturan dibuat kan untuk dilanggar?" Apakah prinsip mereka demikian? 
"Ah, yang penting kami tidak menganggu Anda". 
Hmm, pembenaran sebagai usaha pembelaan yang ini jelas sangat tidak dapat dibenarkan. Dari sudut pandang mana mereka berkata perbuatan seperti itu tidak mengganggu orang-orang di sekitar? Mungkin tidak mengganggu secara fisik, namun secara psikologis, jelas, amat sangat mengganggu! (upz, afwan, tidak bermaksud es-mosi, tapi es-teh panas, hmm, memang ada ya?) :)
Kemana-mana berdua, dunia serasa milik berdua, sedangkan yang lain ngontrak. Apakah sudah tidak ada rasa malu pada diri mereka? Sedangkan menurut sebuah hadist,

Jumat, 22 Juni 2012

Jika Ada Allah, Kenapa Mesti Galau?

Anda boleh galau asal pada tempat yang tepat... ^_^
Hmm, tak tahu mengapa, akhir-akhir ini dihadapkan pada situasi yang bisa memicu satu kata yang sudah populer di dunia (dunia yang mengenalnya pastinya). Galau, yach satu kata yang hampir semua pernah dengar kata itu, atau bahkan pernah mengalaminya sendiri. Tapi saat aku berpikir ulang, kenapa mesti hadir kata itu. Karena memang rasa itu adalah naluriah alias wajar saja, asal pengelolaannya bagus dan tidak mengganggu stabilitas nasional, hehe terlalu luas cakupannya. Ok, minimal diri sendiri lah.^_^
Jangan mudah tertular virus yang satu itu, “galau”. Karena menurut survey di lapangan yang sudah dilakukan secara diam-diam dan datanya juga sudah diakui validitas dan reliabilitasnya dalam hati masing-masing, bahwa virus galau memang sangat cepat persebarannya. Hehe… 
Tapi, gimana kagak galau? Saat kita dihadapkan pada situasi untuk memilih. Dan saat kita melihat ternyata pilihan yang kita pilih itu tidak ada pemilih yang lain selain kita. Alasan mereka adalah, cukup sulit ditemui, harus mengadakan perjalanan panjang untuk dapat menemuinya. Dan jika aku juga ikut-ikutan mereka, sebenarnya pingin juga sih, pilih jalan yang mulus dan gampang ditemui, tapi bagaimana dengan existensi beliau? Semua sama bagiku, aku hanya mau menuntut ilmu, dari siapapun asal itu bermanfaat sebagai proses pembelajaran. Dan yang aku temui disini, semua adalah orang-orang yang luar biasa hebat dibidang masing-masing, jadi ya dengan siapa saja InsyaAllah tidak ada masalah bagiku. Tapi, kadang masalah teknis yang turut ambil peran disini… Aduh (sambil pegang kepala sejenak), memang tidak bisa menghindarkan diri dari serangan galau yang satu ini. Apalagi suasana mendukung, sepi, sudah pada pulang, huaaaa… benar-benar moment yang paling rawan (sorry, jadi curcol.com). :)

Selasa, 19 Juni 2012

Sejenak dalam Telaga Perenungan


Bisikkan ke dalam lubuk hatimu yang terdalam
Dia bukanlah milikku
Dan aku pun bukanlah miliknya
Pemilik segalanya tiada lain ialah Al-Malik , Allah azza wajalla
Dialah yg memiliki dan menguasai segala-galanya
Yang ada pada diri kita saat ini hanyalah amanah
Sampai masanya tiba pasti akan diserahkan kembali
Dan jua dimintai pertanggungjawaban
Serta adanya pembalasan yang seadil-adilnya

Senin, 18 Juni 2012

Lihatlah Lebih Dekat

Tak tahu mengapa, sedang ingin denger lagunya Sherina yang ini… :)

...
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kau bisa menilai lebih bijaksana
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kau akan mengerti
...

Rabu, 13 Juni 2012

Keimanan

“Alif laam miim. Apakah manusia mengira dibiarkan mereka mengucap, ‘kami beriman’ sedangkan mereka tidak mendapatkan ujian? sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah benar-benar mengetahui mana orang yang jujur dan mana orang yang dusta”
(Q.S. Al Ankabut:1-2)


Only If You Believed



Ada kalanya ketika Anda bangun tidur
Anda menjumpai keadaan tidak seperti yang Anda harapkan
Mungkin saja hal itu sangat mengejutkan bagi Anda
Tapi apa boleh dikata, apa mungkin diungkap
Semua yang akan terjadi memang terjadi
Jika memang Allah mengijinkannya terjadi
Hendak protes? Hendak teriak pada dunia?

Ibarat menabur garam di laut
Bak mencari jarum di antara tumpukan jerami
Sebuah tindakan yang hanya melahirkan kesia-siaan
Tanpa makna tiada arti

Selasa, 12 Juni 2012

Bingkisan Tentang Rasa


Ya Rabb, sebelum Kau hadirkan ‘rasa’ itu padaku
Semoga Engkau kenalkan aku dengan diriku
Jiwa manusia banyak menyimpan rahasia
Sungguh ini keterbatasanku sebagai hamba
Tiada mampu ku mengeja semburat pesona 
Deretan tabir misteri yang seolah nyata

Sabtu, 09 Juni 2012

Secangkir Aksara tak Berjelaga


Jika tak mampu kata berucap
Jika diam mendominasi bicara
Jika rasa tertahan dalam prasangka
Biarlah saja kehadiran dirinya 
Secangkir aksara tak berjelaga
Membisikkan murninya nurani
Kebenaran tak selamanya tersembunyi
***

...::FaNspoem::... 
dalam goresan "Selirih Senyum Dahlia"

Celoteh Camar tak Selalu Perlu Didengar


Dikisahkan si ayah dan putranya sedang mengadakan perjalanan dari kota K ke kota O bersama seekor keledainya.
Perjalanan dari kota K menuju kota L, posisi anaknya naik keledai dan si ayah jalan kaki. Kemudian ada orang berkata,
"sangat tidak sopan dan tidak berbakti tuh anak, masa’ ayahnya yang sudah tua seperti itu dibiarkan jalan sedangkan dia malah asyik naik di atas keledai, dasar anak jaman sekarang!"
Mendengar komentar itu, lalu mereka ganti posisi, si ayah naik keledai dan anaknya jalan kaki untuk melanjutkan perjalanan dari kota L ke kota M. Setelah beberapa langkah, terdengar ada orang lain lagi yang berkomentar:

Kamis, 07 Juni 2012

Kisah Anak dan Uang Rp 20.000


Kisah ini menceritakan seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp 20.000. Dia begitu sedih dan menangis sekuat-kuatnya. Melihat hal itu, bibinya sangat kasihan, lalu mendekati anak tersebut.
“Kenapa kamu menangis Sayang?” Tanya bibinya dengan penuh kasih sayang.
“Uang ku hilang Rp 20.000 Bi” katanya sambil terus terisak-isak.
“Oh begitu, tenang ya Sayang, nih Bibi ganti yah… Bibi beri Rp 20.000 buat keponakan bibi yang cakep. Jangan menangis lagi yah”. Kata bibinya sambil menyerahkan selembar uang Rp 20.000 bermaksud menghibur keponakannya agar reda tangisnya. Namun tanpa diduga, si anak tadi tetap saja menangis.
“Loh, kenapa kamu masih menangis Sayang? Kan uangnya sudah bibi ganti?” Tanya bibinya.
“Kalau tidak hilang… uang ku sekarang Rp 40.000 Bi” Kata anak itu dan terus menangis.
Bibinya jadi bingung, merasa belum banyak pengalaman bagaimana meredakan tangisan anak kecil…
“Hmm, klo gitu terserah kamu Nak” katanya sambil berlalu pergi karena tak tahu lagi harus pake cara apa untuk menghentikan tangisan keponakannya.
Ayahnya yang baru pulang dari kantor menjumpai anak kesayangannya masih menangis.

Rabu, 06 Juni 2012

Cinta

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Cinta adalah karunia-Nya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling darinya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Utamakanlah cintapadaNya terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi 


#The Fikr

Minggu, 03 Juni 2012

Kisah Plato tentang Makna Cinta dan Pernikahan

Suatu ketika Plato terlibat dalam perbincangan dengan gurunya…
Plato bertanya makna cinta dan gurunya pun menjawab: “Masuklah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat kau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut”.
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang ranting pun.Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato:
“Saya sebenarnya sudah menemui ranting yang bagus, tetapi saya berfikir barangkali di depan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik. Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa”.
Guru itupun berkata: “Itulah cinta”

Carilah Cinta


Carilah cinta yang sejati
yang ada hanyalah padaNya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padaNya yang Esa

Carilah cinta yang abadi
yang ada hanya padaNya
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada Tuhanmu

Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi

Carilah cinta yang sejati
yang ada hanya padaNya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padaNya yang Esa

Namun janjiNya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu

Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi

Namun janjiNya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu

Yakinlah kepada Tuhan-mu
Kerna Dialah cinta hakiki
Kerna Dialah cinta hakiki
Kerna Dialah cinta yang hakiki 

#Raihan